مرحبا بكم في الموقع الرسمي لمعهد الجامعة الإسلامية الحكومبة باري-باري

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2011

Pemberian Kosakata (Mufradat/ Vocabulary)

Kosakata merupakan salah satu unsur bahasa yang harus dimiliki oleh pembelajar bahasa asing termasuk bahasa Arab dan Inggris. Perbendaharaan kosakata bahasa yang memadai dapat menunjang seseorang dalam berkomunikasi dan menulis dengan bahasa tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa berbicara dan menulis yang merupakan kemahiran berbahasa tidak dapat tidak, harus didukung oleh pengetahuan dan penguasaan kosakata yang kaya, produktif dan aktual.

Pada prinsipnya Kosakata adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran bahasa terutama bahasa asing. Komunikasi manusia baik berupa tulisan maupun lisan yang dibangun oleh penggunaan kosakata yang tepat dan memadai serta kaya akan bentuk dan maknanya akan memberikan prestise tertentu bagi penggunanya.
Oleh karena itu, pembelajaran kosakata sebagai bagian dari pembelajaran bahasa dapat dijadikan salah satu faktor pendukung untuk memperoleh kemahiran berbahasa (al-mahârât al-lughawiyyah).

Dalam pembelajaran kosakata (al-mufradât/Vocabulary-red) ada baiknya dimulai dengan kosakata dasar yang tidak mudah berubah, seperti halnya istilah kekerabatan, nama-nama bagian tubuh, kata ganti, kata kerja pokok serta beberapa kosakata lain yang mudah untuk dipelajari. Metode yang bisa digunakan dalam pembelajarannya antara lain yaitu metode secara langsung, metode meniru dan menghafal, metode Aural-Oral Approach, metode membaca, metode Gramatika-Translation, metode pembelajaran dengan menggunakan media kartu bergambar dan alat peraga serta pembelajaran dengan lagu atau menyanyi Arab. Teknik yang dapat dilakukan yakni dengan berbagai teknik permainan bahasa, misalnya dengan perbandingan, memperhatikan susunan huruf, penggunaan kamus dan lainnya.

Sejalan dengan teori di atas, maka demi pembinaan dan peningkatan kemampuan berbahasa mahasantri Ma'had Jamiah STAIN Parepare mengadakan kegiatan pemberian kosakata setiap pagi yang di handle atau ditangani langsung oleh pembina bagian bahasa Ma'had. Tehnik pemberian kosakatanya juga bervariasi dan inovatif. Salah satu contohnya adalah Pembina menuliskan 2 mufradat/vocabularies berserta contohnya. Kemudian semua mahasantri membaca mufradat/vocabularies tersebut bersama-sama. Setelah itu beberapa orang mahasantri diminta untuk membuat kalimat dengan mufradat/vocabularies tersebut. Setiap mufradat/vocabularies wajib dicatat dan dibuatkan 1 contoh kalimat. Untuk mengevaluasi hafalan mahasantri, setiap buku mufradat/vocabularies dikumpulkan kepada pembina untuk diperiksa, dinilai dan dikoreksi. Dengan begitu peningkatan dan perkembangan kosakata mereka bisa di di awasi/kontrol setiap saat.
Baca Selengkapnya »»

Rabu, 17 Agustus 2011

Muhadatsah; Free Talking

Muhadatsah
Suatu kegiatan pembelajaran haruslah mempunyai manfaat yang nyata baik untuk sekarang atau lusa bagi peserta didik, dalam kaitannya kegiatan atau metode apa saja pasti mempunyai kemanfaatan bagi pembelajaran yang dituju, begitu juga metode muhadatsah. Secara formal, kegiatan ini dilakukan di lapangan pada pagi hari setelah sholat subuh selama setengah jam. Para mahasantri secara berpasangan atau berkelompok saling bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab dengan dibimbing oleh pengurus atau pembina bagian pengajaran bahasa.

Adapun manfaat kegiatan muhadatsah/Free Talking sebagaimana berikut:
a.  Mahasantri lebih berani memperaktekkan percakapan, dengan menghilangkan perasaan malu dan takut salah.
b. Mahasantri rajin memperbanyak perbendaharaan kata-kata dan kalimat secara kontinu.
c. Mahasantri selalu berlatih pendengaran dan ucapannya agar menjadi fasih dan lancar, sehingga secara sepontan mampu melafalkan kata-kata dimana dan kapanpun.
d.  Mahasantri dapat memahami buku yang berbahasa Arab/Inggris, dialog asing dan dapat berbahasa dengan fasih.
e. Mahasantri akan bisa lebih mudah menciptakan lingkungan bahasa Arab dan Inggris.
f. Mahasantri akan lebih senang berbahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa asingnya sehari-hari. Dan dapat menyenangi pelajaran yang berbau bahasa Arab/ Inggris.
Baca Selengkapnya »»

Kamis, 11 Agustus 2011

Kegiatan Meeting/ Istiqbaalu an-Nadhwah

Dalam rangka peningkatan wawasan dan kemampuan berbahasa (arab dan inggris), maka Ma'had Jami'ah STAIN Parepare mengadakan Program Meeting/ Istiqbaalu an-Nadhwah sekali dalam satu pekan. Kegiatan ini telah di atur dan agendanya di susun sedemikian rupa sehingga dalam setiap pertemuan pada kegiatan ini semua pihak/ mahasantri dilibatkan secara aktif untuk melaksanakan dan mensukseskan acara ini. Secara lebih jauh maksud dan tujuan kegiatan Meeting ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
  1. Meningkatkan kualitas Mahasantri Ma'had Jami'ah STAIN Parepare dalam berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa arab dan Inggris untuk mempercepat penguasaan Bahasa secara aktif, lancar, baik dan benar.
  2. Melatih keberanian Mahasantri untuk mau berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris karena kendala terbesar bagi mereka adalah malu dan masih takut salah dalam menggunakan bahasa,. Maka dengan meeting ini mereka mau tidak mau harus melatih dan mempraktekkan apa yang sudah diketahui dan dipelajari.
  3. Melatih dan meningkatkan nalar, wawasan keilmuan serta kemampuan mahasantri dalam pengetahuan Bahasa maupun pengetahuan yang lain melalui kegiatan cerdas cermat, debat, pidato, seminar, diskusi, teaching, dl.
  4. Memperkokoh tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan sesama mahasantri Ma'had Jami'ah STAIN Parepare
Adapun contoh susunan acara/ Agenda Meeting sbb:
1. Pembukaan/ Opening (Master of Time)
2. Sambutan (Welcome Speech)
3. Perkenalan/ Self Introduction
4. Story Telling/ Continuous Story
5. Acara inti: Diskusi/ Debat/ Seminar (Presentase)/ Pidato
6. Koreksi bahasa/ Grammar correction
7. Entertainment (Games/ Sing a Song)
8. Pengumuman/ Announcement/ I'laan
9. Closing Speech
10. Pray
11. Closing
                 


jaahil murokkab

Baca Selengkapnya »»

Tanmiyah Lughoh dan Mahkamah Bahasa

Contoh kertas jasus
Salah satu Kegiatan Ma’had Jamiah STAIN Parepare yang sangat bermanfaat terutama di bidang peningkatan bahasa, baik itu bahasa arab maupun bahasa inggris adalah Tanmiyah Lughoh (English dan Arabic Area). Yaitu dengan mewajibkan seluruh Mahasantri untuk berkomunikasi dalam bahasa asing (baca: Bahasa Arab dan Inggris) dalam kehidupan sehari-hari mereka, dimanapun dan kapan pun. Disamping itu, untuk mengoreksi/ memperbaiki kaidah atau kesalahan dalam penggunaan bahasa mereka, maka mahasantri juga diberikan pelajaran Qawa’id dan Grammar dalam kelas, sehingga tidak lebih dari satu tahun para mahasantri sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab dan inggris dengan lancar, baik dan benar.
Memang sebuah sistem dan lingkungan sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga sukar sekali bagi para mahasiswa/mahasantri bercakap dalam bahasa selain bahasa Arab dan bahasa Inggris. Di dalam kamar, dalam kelas, dalam dapur, dalam masjid dan di mana saja para mahasantri diwajibkan menggunakan bahasa Arab atau bahasa Inggris. Dan barangsiapa melanggar peraturan bahasa, maka ia harus siap dihadapkan ke mahkamah bahasa yang dijalankan oleh para mudabbir atau pembina ma’had. Hukuman bagi yang melanggar bahasa juga bervariasi dan sifatnya mendidik (edukatif), seperti menghafal vocabulary/ Mufradat, menghafal tashrif, naskah pidato, dan lain-lain sebagainya.

Untuk menjaga ketertiban berbahasa serta mengawasi peningkatan bahasa mahasantri, maka ma’had jami’ah STAIN Parepare menjalankan sistem Jasus (baca: mata-mata bahasa) yang di ambil dari mahasantri dan ditunjuk oleh mudabbir atau bagian bahasa ma’had jami’ah. Jasus inilah yang akan bertugas untuk mengawasi dan mencatat siapa-siapa yang melanggar bahasa atau yang tidak berbahasa arab dan berbahasa inggris, kemudian akan dilaporkan kepada pembina ma’had jamiah dan ditindak di Mahkamah Bahasa. Menjadi seorang jasus /mata-mata bahasa juga mengajarkan kepada mahasantri untuk melatih kejujuran, amanah dan tanggung jawab atas tugas yang telah di berikan. Maka dengan itu mahasantri akan terdidik untuk senantiasa mencontoh sifat-sifat nabi, yaitu sifat shiddiq, amanah, fathanah dan tabligh. Parctice makes Perfect
Baca Selengkapnya »»
 

© 2011 Fresh Template. Powered by Blogger.

Pusat PASIH by Dirja.